BUMI DAN ALAM SEMESTA
A. Permukaan Bumi
Bagaimanakah kenampakan Bumi yang sesungguhnya?
Bentuk permukaan Bumi itu tidak merata. Permukaan Bumi dibedakan atas daratan
dan perairan. Wilayah perairan lebih luas dibandingkan wilayah daratan.
Pelajarilah uraian dalam bab ini dengan teliti. Dengan demikian, kamu dapat
memahami kenampakan permukaan Bumi.
1. Bentuk Permukaan Bumi
Wilayah daratan Bumi terdiri atas pegunungan, daratan, lembah,
dan perbukitan. Wilayah lautan Bumi terdiri atas lautan, sungai, rawa, dan
danau.
a. Daratan

Pernahkah kamu pergi ke daerah pegunungan? Di sana
jalannya berkelok-kelok. Mengapa jalan di daerah pegu-nungan dibuat berkelok-
kelok? Supaya tanjakan dan turunan tidak terlalu tajam dan curam. Pegunungan
adalah daerah daratan yang paling tinggi dibandingkan daratan lainnya.
Pegunungan dan gunung berbeda. Gunung terdiri atas satu gunung yang menjulang tinggi.
Adapun pegunungan adalah kumpulan gunung-gunung. Pegunungan tertinggi di
Indonesia adalah Jaya Wijaya. Adapun gunung tertinggi di Indonesia adalah
puncak Cartenz. Puncak Cartenz berada di Pegunungan Jaya Wijaya.

Dataran adalah daratan yang perbedaan ketinggian
antara daerahnya tidak nyata. Dataran rendah banyak dijumpai di daerah pantai
dan persawahan. Dataran tinggi dapat dijumpai di daerah pegunungan. Di dataran
rendah, udara terasa panas. Berbeda dengan udara di dataran tinggi.
b. Perairan
besar permukaan Bumi merupakan perairan. Wilayah
perairan berupa laut, danau, sungai, rawa, dan telaga. Perairan yang sangat
luas disebut lautan. Laut merupakan cekungan yang dalam dan terisi air. Lautan
sempit di antara pulau-pulau disebut selat.
Aliran air di daratan disebut sungai. Aliran sungai
akan bermuara ke laut. Genangan air yang amat luas di tengah daratan disebut
danau. Danau yang dibuat dengan membendung aliran sungai disebut waduk.
Misalnya, waduk Jatiluhur dan Cirata. Waduk apa sajakah yang kamu ketahui?
Genangan air yang tidak dalam dan ditumbuhi tanaman air disebut rawa.

Bentuk permukaan Bumi dapat kita amati pada globe.
Globe adalah tiruan bentuk muka bumi. Kutub-kutub pada globe berbentuk bulat
dan pepat. Warna pada globe menunjukkan bentuk wilayahnya. Warna biru paling
banyak terdapat pada globe. Warna biru menunjukkan wilayah perairan. Wilayah
perairan misalnya lautan, sungai, dan danau.
2. Bumi Bulat
Seperti apakah bentuk Bumi itu? Permukaan Bumi tidak
berbentuk datar. Bentuk Bumi sesungguhnya adalah bulat. Mari membuktikan bahwa
bumi itu bulat. Kamu dapat melihat kapal yang datang-pergi meninggalkan
pelabuhan. Jika Bumi datar, kita akan selalu melihat bentuk keseluruhan kapal.
Meskipun jarak kapal sudah terlalu jauh. Akan tetapi, kenyataannya tidak
demikian. Kapal yang sedang ke pelabuhan, mula-mula hanya kelihatan cerobong
asapnya. Semakin lama, kapal semakin dekat ke pelabuhan. Kemudian, baru bagian
kapal akan terlihat keseluruhannya.
Begitu juga saat kapal akan pergi meninggalkan
pelabuhan. Bagian kapal mula-mula terlihat keseluruhan. Kemudian, semakin lama
akan semakin menjauh dari pelabuhan. Kapal yang semakin menjauh, lama-kelamaan
tidak terlihat lagi badan kapalnya. Cerobong asapnya pun tidak kelihatan lagi.
Hal inilah yang menunjukkan bahwa Bumi kita berbentuk bulat.
B. Keadaan Langit dan Keadaan Cuaca
Apakah kamu pernah melihat prakiraan cuaca di
televisi? Apakah yang dimaksud dengan cuaca? Bumi kita ini, terkadang menjadi
panas, kering, dingin, dan hujan. Perubahan udara pada suatu tempat dalam
jangka waktu tertentu disebut cuaca.
Ada berbagai macam cuaca di Bumi. Ada cuaca cerah,
berawan, dan hujan. Saat cuaca cerah, keadaan langit akan terang. Cahaya
matahari tidak tertutup awan dan udaranya terasa hangat. Saat cuaca



Kondensasi
|
Awan
|
|
siklus
|
Evaporasi
|
|
Penguapan air
|
||
Hidrolisis
|
||
|
(pengembunan)
Hujan
Air bawah
tanah
Proses terjadinya
hujan
Air yang ada di permukaan Bumi akan menguap menjadi
uap air. Hal ini terjadi karena panas matahari. Selanjutnya, karena dingin uap
air tersebut akan mengembun. Akibatnya, terbentuklah butiran air.
Butiran-butiran air yang terkumpul akan membentuk awan. Semakin lama
butiran-butiran air tersebut semakin besar. Butiran-butiran air yang semakin
besar akan saling bertabrakan. Hal ini akan menghasilkan tetesan air dan jatuh
ke Bumi sebagai hujan. Air hujan yang turun akan mengalami proses pembentukan
hujan lagi.
Kondisi cuaca dipengaruhi oleh keadaan awan. Pada
saat panas, awan berbentuk gumpalan putih seperti kapas. Saat hujan akan turun,
awan berbentuk seperti serabut-serabut berwarna putih. Awan yang berbentuk
gumpalan-gumpalan hitam menandakan akan turun hujan.
C. Pengaruh Cuaca Terhadap Kegiatan Manusia
Cuaca dapat berubah dari hari ke hari. Apa yang kamu
lakukan saat cuaca dingin tiba? Pakaian yang kita pakai harus sesuai dengan
keadaan cuaca. Saat cuaca dingin tiba, kita akan memakai pakaian yang tebal.
Misalnya, jaket atau sweater. Dengan
memakai pakaian yang tebal, tubuh kita akan terasa hangat.
Saat cuaca panas, pakaian yang kita pakai sebagaiknya
berbahan katun. Bahan dari katun tipis sehingga tidak gerah jika dipakai.
Selain pakaian, kita dapat menyesuaikan makanan dengan keadaan cuaca. Misalnya,
dengan meminum minuman yang hangat. Saat cuaca panas, minuman dingin cocok
untuk menghilangkan haus.
Keadaan cuaca sangat memengaruhi kegiatan manusia.
Para nelayan menunda berlayar jika hujan turun lebat. Apalagi jika disertai
dengan badai. Begitu juga dengan pilot dan nahkoda. Cuaca buruk dapat
mengganggu perjalanan transportasi dan membahayakan manusia. Padi membutuhkan
air yang cukup banyak untuk tumbuh. Oleh karena itu, petani memanfaatkan hujan
untuk menanam padi.

Manusia memakai jas hujan atau payung saat hujan
turun. Akibatnya, kita dapat melakukan kegiatan sehari-hari tanpa basah kuyup.
Payung biasanya terbuat dari plastik. Akan tetapi, orang-orang desa menggunakan
daun pisang sebagai payung.
Mengapa demikian? Ini karena daun pisang dilapisi lilin yang tidak tembus air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar